
Hisyam Dimas, lahir di Jakarta pada tanggal 14 Desember 2007.Yang Alhamdulillah lahir selamat dengan operasi Cesar. Kami smua sangat bersyukur dengan kehadiran Dimas, dengan lahirnya Dimas lengkap sudah keluarga besar kita, mempunyai cucu dan keponakan sepasang, cukuplah tuk saat ini. Tak seperti Clara (kakaknya) yang emang lumayan hiperaktif dan selalu ceria. Dimas mempunyai sifat yang lebih tenang, nyantai. Tipe yang bisa lebih “mengimbangi” kakaknya dan mudah2an bisa lebih menasehati kakaknya dalam berbuat hal2 yang nekat jika sudah besar nanti. Amin…. Sebenarnya dibalik sifatnya yang tenang dan santai itu, Dimas juga sering membuat kita tertawa, karena dia memang juga suka tersenyum dan tertawa. Sebagai mana anak pada umumnya seusianya.
Tetapi dibalik senyum dan tawa Dimas, Allah memberikan cobaan yang lumayan berat melalui Dimas untuk keluarga kami. Sebenarnya ini smua berawal ketika Dimas masih di kandungan Bundanya, mereka, orangtuanya yang memang rajin memeriksakan kandungan ke dokter, mendapat kabar dari dokter bahwa keadaan jantung Dimas tidak sempurna, terdapat kebocoran pada Jantung serambinya (gw lupa serambi kanan atau serambi kiri). Tetapi hal ini akan terus berkembang sesuai dengan perkembangan si anak di dalam kandungan maupun setelah lahir hingga umur 2 bulan. Sebagai orangtua, wajarlah jika mereka mengharapkan mudah2an jantungnya bisa sempurna dan akhirnya menutup sempurna dengan sendirinya. Tiga bulan lebih umur Dimas di dunia ini. Tetapi jantungnya blm menutup dengan sempurna, terjadi kebocoran sebesar 5 mm, cukup besar tuk anak sekecil Dimas.
Gw maseh inget ketika gw denger berita ini dari kk gw sendiri, pada saat itu kita biasanya emang ketemuan janjian jika memang ada yang mau dibicarakan seusai pulang kerja.(Karena gw juga emang deket banget sama kk – kk gw, we talk a lot about anything). Sorenya nyokap juga ngerasa ada yang ga enak waktu beliau telp kk gw, alhasil gw disuruh ketemuan ma kk gw. Gw inget waktu itu di basement gedung kantor, pas kita ketemuan aja gw sebagai adik yang “baik” dah tau ada yang ga beres dengan kk gw, terlihat dimukanya yang sedang memikirkan sesuatu.
“Knapa seh Jo! Muka lo ga enak bgt!” ( ‘Jo’ itu panggilan gw ke kk gw dan begitu sebaliknya) “Tadi nyokap telp gw, trus dia ngerasa kalo elo kedengaran beda aja”
Kk gw yang pada saat itu terdiam dan menundukkan mukanya dengan dihisapnya sebatang rokok.
“Dimas Jo…”
“Kenapa Dimas?…”
“Dimas sakit Jo…”
“Sakit apa?…”
Gw yang pada saat itu mulai panik, sumpah!!…
“Ada kebocoran di jantung Dimas…”
“Bocor gmana? Kok elo ga pernah cerita!!…”
Sebenarnya kk gw mau cerita minggu2 lalu pas kita kumpul dirumah orangtua, kita emang sebisa mungkin kumpul2 pas weekend dirumah. Tapi weekend itu memang kebetulan sodara dan keponakan yang lain kumpul, jadi kk gw ga enak aja mau cerita pada saat itu. Pada saat ditelp nyokap itu dia udah bingung mau cerita ke siapa lagi, ga enak ma nyokap beliau pasti mikirin Dimas.
Kk gw yang sedih bgt menahan air matanya dan critanya yang terputus2 menahan sesak didadanya. Gw yang semestinya harus kuat memberikan support didepan dia, tp gw ga bisa. Gw ‘Jemmy’ yang kalian kenal dengan orang yang lumayan konyol dengan senyum selalu diwajahnya, sore itu kaki dan mulut gw bergetar, dan sesak didada yang teramat sangat menahan luapan emosi gw dan air mata gw.
“Gw sama bundanya Dimas, setiap malam selalu sholat memohon yang terbaik tuk Dimas, setiap malam bundanya selalu nangis melihat Dimas tidur”
“Tolong do’a-in Dimas ya Jo!…”
“Iya..pastilah kita semua pasti ingin yang terbaik tuk Dimas”
“Sabar aja ya Jo…”
Sore itu setelah gw denger cerita dari kk gw, gw pulang kerumah. Dijalan emosi bercampur – campur, yang ada gw nangis mikirin Dimas. Sumpah sesak bgt dada gw rasanya. Oh my God…. He’s just 5 months for god sake!!!
Kenapa Dimas?…. Keponakan gw, anak dari kk gw, cucu dari orangtua kita. Mungkin pertanyaan ini yang terlintas di pikiran kita, jika sedang dihadapkan dengan cobaan – cobaan, diri merasa ga bisa menerima semua ini. Jujur aja gw sempet marah sama Allah, kenapa Dimas kecil sudah harus harus merasakan sakit ini. Mungkin dari kejadian ini, kk gw mungkin yang paling sabar, tegar dan tabah. Dia bilang ke gw, mungkin semua ini pasti ada hikmahnya, mungkin karena kita kurang bersyukur maka dari itu Allah menegur kita melalui Dimas. Dia juga bilang kalo dia sama bundanya Dimas merasa bersyukur bahwa mungkin Allah menitipkan Dimas karena mereka dipercaya sebagai orangtua yang baik, yang bisa mengurus Dimas. Amin…
Seiring waktu berjalan semua usaha sudah kita lakukan, tetapi sampai pada akhirnya minggu lalu. Dimas masuk RS Harapan Kita, tuk menjalani operasi kecil, operasi kateterisasi jantung, untuk menyelidiki lebih jauh bagaimana sebetulnya keadaan jantung Dimas serta organ lainnya. Alhamdulillah operasi kateterisasi jantung berjalan lancar. Dokter sudah bisa melihat bagaimana keadaan jantung Dimas sebenarnya, dan menyimpulkan bahwa operasi selanjutnya, operasi besar untuk mentutup kebocoran pada jantung harus dilakukan scepatnya. Insya Allah, pada hari selasa besok tanggal 22 Juli 08 akan dilaksanakan operasi jantung pada Dimas. Kami smua berharap operasi ini akan berjalan dengan lancar ya Allah…. Berikan kekuatan, kesehatan dan kesembuhan untuk dede’ Dimas ya Allah…. Amin…
Beberapa hari kemarin di Rumah Sakit, melihat semua anak – anak kecil dan orangtua yang sakit, menyadarkan kita dan gw khususnya betapa beruntungnya kita yang masih diberikan kesehatan dan kekuatan untuk melakukan kegiatan setiap harinya dan kita ga sendiri kok, banyak keluarga lain yang mendapat teguran dan mungkin teguran yang lebih dasyat dari pada yang Allah kasih ke kita. Makanya kita sekeluarga masih sangat bersyukur banget! Mungkin seharusnya begitu juga dengan kita, teman – teman semua. Tolong Do’a kan dede’ Dimas ya guys…. Gw ga biasanya nulis2 segini buanyak dsini, gw cuma mau minta do’a kalian smua smoga besok operasi Dimas bisa berjalan dengan baik, lancar dan sukses! Amin…
Sorry kalo nulisnya kebanyakan, namanya juga “cerpen”
Thanks!